Kontradiksi Laba-laba
Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.”
Kutipan di atas diambil dari Al-Qur’an, tepatnya surat Al-Ankabut ayat 41. Pada ayat ini dikatakan bahwa “sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba” Namun berdasarkan penelitian justru laba-laba memiliki jaring yang kuat luar biasa. Jaring laba-laba kulit pohon Darwin (Caerostris darwini) memiliki kekuatan 10 kali lipat daripada kevlar, bahan utama pembuat rompi antipeluru. Benangnya juga lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Jika ada seutas tali berdiameter 30 cm terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan beban hingga 150.000 kg/m2 atau setara dengan 150 mobil!
Kontradiksi bukan? lalu di manakah letak salahnya?
Untuk menjawabnya mari kita lihat karakteristik dari hewan ini. Laba-laba bukanlah hewan yang kompak justru ia dikenal sebagai hewan individualis. Jarang kita temukan ia bersama dengan teman sejenisnya walau hanya berdua. Mereka selalu sibuk dengan urusannya masing-masing, terutama sibuk menunggu mangsa. Ya, laba-laba memang hewan yang suka menjebak, kesabarannya menunggu kesalahan calon korbannya pun luar biasa. Kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal bagi calon mangsanya.
Sebagian jenis laba-laba ternyata juga suka memakan sesamanya (kanibal). Parahnya lagi hal tersebut ternyata sudah dilakukan sewaktu mereka baru menetas ! Saat telur mereka menetas, hal pertama yang dilakukan adalah beramai-ramai menaiki induknya dan menyantapnya dengan lahap! Setelah itu mereka saling memakan sebanyak mungkin saudara mereka sebelum meninggalkan rumah induknya untuk kemudian saling berpencar di sarangnya masing-masing.
Di rumah inilah laba-laba memulai kehidupan individualnya. Baginya rumah adalah tempat untuk mendapatkan makanan dengan cara menjebak mangsanya. Dan di rumah pulalah terjadi peristiwa saling memakan antar mereka.
Syukurlah kita bukan laba-laba, dan sarangnya bukanlah tempat dimana kita bekerja. Namun seandainya itu yang terjadi, bagaimana harapan dan masa depan bisa digantungkan di dalamnya ?
Kutipan di atas diambil dari Al-Qur’an, tepatnya surat Al-Ankabut ayat 41. Pada ayat ini dikatakan bahwa “sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba” Namun berdasarkan penelitian justru laba-laba memiliki jaring yang kuat luar biasa. Jaring laba-laba kulit pohon Darwin (Caerostris darwini) memiliki kekuatan 10 kali lipat daripada kevlar, bahan utama pembuat rompi antipeluru. Benangnya juga lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Jika ada seutas tali berdiameter 30 cm terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan beban hingga 150.000 kg/m2 atau setara dengan 150 mobil!
Kontradiksi bukan? lalu di manakah letak salahnya?
Untuk menjawabnya mari kita lihat karakteristik dari hewan ini. Laba-laba bukanlah hewan yang kompak justru ia dikenal sebagai hewan individualis. Jarang kita temukan ia bersama dengan teman sejenisnya walau hanya berdua. Mereka selalu sibuk dengan urusannya masing-masing, terutama sibuk menunggu mangsa. Ya, laba-laba memang hewan yang suka menjebak, kesabarannya menunggu kesalahan calon korbannya pun luar biasa. Kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal bagi calon mangsanya.
Sebagian jenis laba-laba ternyata juga suka memakan sesamanya (kanibal). Parahnya lagi hal tersebut ternyata sudah dilakukan sewaktu mereka baru menetas ! Saat telur mereka menetas, hal pertama yang dilakukan adalah beramai-ramai menaiki induknya dan menyantapnya dengan lahap! Setelah itu mereka saling memakan sebanyak mungkin saudara mereka sebelum meninggalkan rumah induknya untuk kemudian saling berpencar di sarangnya masing-masing.
Di rumah inilah laba-laba memulai kehidupan individualnya. Baginya rumah adalah tempat untuk mendapatkan makanan dengan cara menjebak mangsanya. Dan di rumah pulalah terjadi peristiwa saling memakan antar mereka.
Syukurlah kita bukan laba-laba, dan sarangnya bukanlah tempat dimana kita bekerja. Namun seandainya itu yang terjadi, bagaimana harapan dan masa depan bisa digantungkan di dalamnya ?






0 komentar:
Posting Komentar